Gereja Katolik Santo Petrus Denpasar
Lukas 1:46–48
“Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.”
Legio Maria adalah salah satu komunitas awam yang aktif dalam Gereja Katolik, yang didirikan atas restu gereja untuk memperdalam iman, memperkuat semangat pelayanan, dan secara khusus menyerahkan diri dalam karya kerasulan di bawah perlindungan dan teladan Bunda Maria.
Legio Maria (Latin: Legio Mariae), yang berarti “Pasukan Maria”, pertama kali didirikan pada tanggal 7 September 1921 di Dublin, Irlandia oleh Frank Duff. Komunitas ini berkembang pesat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, dan berperan aktif dalam pelayanan umat.
Legio Maria bukan ordo religius atau tarekat, tetapi sebuah komunitas awam yang anggotanya—baik laki-laki maupun perempuan—berkomitmen untuk terlibat dalam karya kerasulan secara sukarela. Spiritualitas Legio Maria berakar pada devosi yang mendalam kepada Bunda Maria, yang dianggap sebagai model pelayanan dan ketaatan kepada kehendak Allah.
🎯 Tujuan Legio Maria
- Para legioner ingin selalu memuliakan Tuhan dengan doa dan karya.
- Menguduskan diri para anggotanya melalui doa, pembinaan rohani, dan pelayanan aktif.
- Melayani Gereja dan sesama, khususnya melalui karya kerasulan di lingkungan umat.
- Mewujudkan kehadiran Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari umat, melalui sikap kasih, kesetiaan, dan pelayanan tanpa pamrih.
📌 Kegiatan Anggota Legio Maria
Para anggota Legio Maria melakukan berbagai kegiatan pastoral dan sosial, antara lain:
- Mengunjungi umat yang sakit di rumah atau di rumah sakit.
- Mendoakan arwah umat yang telah meninggal dan mengunjungi keluarga duka.
- Mendampingi katekumen atau umat yang baru bertumbuh dalam iman.
- Mengunjungi keluarga-keluarga yang jarang ke gereja, untuk membangun kembali relasi dengan Gereja.
- Membagikan rosario, buku doa, dan bahan bacaan iman lainnya.
- Terlibat dalam kegiatan lingkungan, paroki, atau wilayah, sebagai bentuk kehadiran aktif Gereja di tengah masyarakat.
Kegiatan Legio Maria selalu diawali dengan doa pembukaan, termasuk doa Rosario, dan diakhiri dengan doa penutup. Doa ini menjadi kekuatan utama dalam setiap kegiatan mereka.
🎉 Siapa Saja yang Bisa Bergabung?
Legio Maria terbuka untuk semua umat Katolik yang:
- Sudah menerima sakramen inisiasi (baptis, komuni, krisma).
- Mempunyai semangat untuk melayani sesama secara rohani.
- Bersedia hadir secara rutin dalam pertemuan mingguan.
- Bersedia melaksanakan tugas kerasulan minimal dua jam dalam seminggu.
Legio Maria terdiri dari beberapa jenjang keanggotaan:
- Anggota Aktif: Mereka yang hadir dalam pertemuan mingguan dan melakukan tugas kerasulan.
- Anggota Pendukung (Auxiliaries): Mereka yang tidak dapat terlibat langsung dalam kerasulan, tetapi mendukung dengan doa, khususnya doa Rosario dan doa Tessera (doa resmi Legio Maria).
Pengurus inti Legio Maria Senior Santo Petrus Denpasar adalah sebagai berikut:
Ketua : Bonaventura Istaryono
Wakil Ketua : Th Avila Sang Ayu Putu Sudiartini
Sekretaris : Jovita Roch Aju Wiludjeng
Bendahara I : Maria Yose Rini Sulistyowati
Bendahara II : Bernadeth Subiru Ketut Ari Yusnani
Pengurus inti Legio Maria Junior Santo Petrus Denpasar adalah sebagai berikut:
Pendamping : Bonaventura Istaryono
Ketua : Antonia Intan Mai Roy
Wakil Ketua : Evangelica Theresia S. M. N. M
Sekretaris I : Gracella Caecarani Filiantri G
Sekretaris II : Fransiska Anastasya Ma