Gereja Katolik Santo Petrus Denpasar
Markus 10:9
“Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Marriage Encounter (ME) adalah gerakan pembaharuan hidup perkawinan Katolik yang bertujuan untuk:
Membangun kembali keintiman, komunikasi, dan spiritualitas suami-istri dalam terang iman Katolik.
Gerakan ini dimulai secara internasional pada tahun 1952 di Spanyol dan masuk ke Indonesia sejak 1970-an. ME bersifat lintas paroki dan keuskupan, serta diakui oleh Gereja Katolik sebagai bagian dari gerakan pastoral keluarga.
🎯 Tujuan ME
ME ingin agar pasangan suami-istri:
- Makin saling mencintai dengan tulus
- Mampu berkomunikasi jujur tanpa menyakiti
- Menjadikan pernikahan sebagai sakramen kasih yang hidup
- Marriage encounter bukan wadah konseling
📌 Syarat Menjadi Peserta / Anggota ME
- Pasangan suami-istri Katolik
- Sudah menerima Sakramen Perkawinan dalam Gereja Katolik
- Usia perkawinan minimum 3 tahun
- Di beberapa tempat, pasangan beda agama bisa ikut dengan catatan khusus (tetapi bukan jadi anggota inti ME)
- Bersedia mengikuti Weekend ME
- Retret 3 hari sebagai proses awal (biasanya hari Jumat–Minggu)
- Mau belajar dan membuka diri untuk berdialog jujur sebagai suami-istri
- Tidak harus “rumah tangga harmonis”, ME justru untuk semua pasangan: baik yang sedang bahagia maupun yang sedang menghadapi tantangan
- Membayar kontribusi retret
🎉 Kegiatan Utama Marriage Encounter
- Weekend ME (Retret 3 hari 2 malam)
- Inti dari ME: diadakan secara terstruktur dengan sesi-sesi reflektif yang mendalam
- Biasanya diadakan di tempat retret (biara, rumah doa, atau hotel rohani)
- Pertemuan Lanjutan (Follow-up / Sharing komunitas)
- Setelah weekend, pasangan diajak aktif dalam pertemuan rutin
- Pelayanan untuk keluarga lain
- Menjadi pendamping pasangan baru, relawan ME, atau pembicara
- Peringatan Hari Perkawinan / Misa Pasutri
- Acara rekoleksi, enrichment, retreat, ziarek
💬 Ciri Khas ME
- Tidak seperti seminar biasa: ME bersifat pribadi, reflektif, dan sangat praktis
- Tidak membuka masalah di depan umum, tapi hanya antara suami dan istri
- Diisi oleh tim fasilitator: pasangan senior ME dan seorang imam rohaniwan
Program Marriage Encounter (ME) Katolik tidak hanya dirancang untuk pasangan suami-istri, tetapi juga terbuka bagi imam. Tujuannya:
- Memahami dinamika keluarga Katolik secara mendalam, sehingga bisa lebih empatik dalam pendampingan pastoral.
- Belajar komunikasi kristiani dari pengalaman pasangan, yang bisa diaplikasikan dalam hidup berkomunitas dan pelayanan.
- Memperdalam spiritualitas persekutuan dan kesetiaan, nilai inti yang relevan baik untuk hidup perkawinan maupun hidup bakti.
Ketika imam dan umat berbagi pengalaman ME, tercipta relasi lebih erat antara hidup menggereja dan keluarga Katolik.
Imam yang pernah ikut ME kerap lebih peka dalam menyampaikan ajaran keluarga dan perkawinan.
Marriage Encounter Paroki St. Petrus (MEP St. Petrus) berada di bawah Distrik XII Denpasar yang meliputi wilayah Bali dan Lombok dengan kepengurusan sebagai berikut:
Koordinator Distrik XII (Bali, Lombok)
Pasutri dr Tony – Riany
Pendamping MEP St. Petrus
Pasutri Budi Sotya – Inawati Juwono
Koordinator MEP St. Petrus
Pasutri Jimmy – Haryani